Sabtu, 24 Oktober 2015

Muara Gembong dan Ancaman Abrasi

MUARA GEMBONG DAN ANCAMAN ABRASI


abrasi sendiri merupakan pengikisan yang terjadi di sekitar pantai oleh aktivitas gelombang air laut atau bahasa lainnya ialah erosi laut. muara gembong merupakan suatu kecamatan yang terletak di kabupaten bekasi, jawa barat. secara geografis letak nya berada di utara kabupaten bekasi, sebelah utaranya menghadap laut jawa, sebelah barat bersebelahan dengan teluk jakarta, di sebelah timur sendiri berbatasan dengan kab. karawang. 

abrasi pada umumnya biasa terjadi pada kawasan yang memiliki garis pantai yang landai, sebab-sebab terjadinya abrasi sendiri umumnya minimnya kawasan penghijauan berupa hutan mangrove sebagai penahan laju ombak laut yang mengikis daratan yang secara periodik membawa material barupa pasir, batuan, ataupun material daratan lainnya. kasus abrasi yang terjadi di muara gembong memang cukup mengkhawatirakan, sebab abrasi yang terus terjadi dalam jangka panjang menurut beberapa sumber media , 3 desa yang berdomisili di kecamatan muara gembong terancam hilang, meliputi desa pantai mekar, pantai  bakti, dan pantai  bahagia. tentu nya dalam penulisan artikel ini, penulis tidak sekedar melansir dari beberapa sumber pemberitaan mengenai abrasi yang terjadi di sekitar kec. muara gembong.  alhamdulillah, sudah beberapa kali kami ( penj: penulis pribadi ) mengunjungi kec. muara gembong, dalam kunjungan kami itu pun ialah untuk mengadakan suatu kegiatan himpunan jurusan geografi (HIMAGI UNISMA BEKASI ), dalam rangka hari bumi dengan tema penanaman seribu mangroove untuk muara gembong, sudah dua tahun berturut-turut kami melakukan kegiatan serupa dalam rangka peringatan hari bumi tersebut dengan melibatkan beberapa pihak meliputi mahasiswa, dosen, pelajar, masyarakat, dinas perkebunan dan pertanaman kab. bekasi, serta kapolsek muara gembong di samping kegiatan bakti sosial.

namun dalam artikel ini, yang lebih mengarahkan pada pembahasan seputar muara gembong dan abrasinya. sekitar tahun 2014, pada awal penanaman mangrove tepatnya di desa pantai mekar. ketika kami menginjakan kaki disana, keadaan masyarakatnya cukup memprihatinkan, dengan beberapa parameter penilaian, kurang terjangkaunya air bersih, pemukiman yang di bangun di pinggiran kali, akses jalan yang sulit, kegiatan ekonomi yang terbatas karena sulitnya transportasi umum, kegiatan pencaharian hanya sebatas sebagai nelayan, untuk mandi atau mencuci menggunakan air sungai yang secara kasat mata tidak layak untuk di gunakan ( baca : keruh ). ketika kami meminta informasi dari salah satu warga , bahwa sanya sumber utama yang di hadapi warga muara gembong adalah adanya genangan air rob, ketika air laut pasang maka jangkauan air laut dari radius garis pantai sampai ke tempat warga bisa beberapa KiloMeter,  warga tersebut juga menjelaskan bahwa memang kenyataannya ada beberapa rumah yang hilang, sehingga garis pantai menjadi semakin mundur ke daratan ,memang kenyataannya demikian, kawasan pantai memang biasanya dijadikan sebagai kawasan perdagangan atau perekonomian juga bisa di jadikan objek pariwisata, namun kondisi fisik daratan wilayah kec. muara gembong terutama pantai mekar tidak demikian adanya,  beberapa hektar daratan sudah hilang tergenang air dan itu semakin meluas saja. para nelayan biasanya menggunakan aliran sungai untuk melakukan aktivitasnya, namun kadang-kadang daratan yang dulu tergenang sering terjadi pendangkalan, karema banyak lumpur, sehingga kadang-kadang akses langsung menuju air laut kadang sulit bahkan harus menggunakan perahu yang kapasitasnya minim. 

warga juga menjelaskan hal lain, bahwasanya ada aktivitas kapal besar yang mengeruk pasir di kawasan teluk jakarta, maka hal itulah yang semakin memperkuat abrasi , karena semakin banyak pasir yang di sedot di tengah, maka akan semakin dalam bekas yang di tinggalkan , karena hukum air selalu mengalir ketempat yang lebih rendah maka selama aktivitas pengerukan kapal pasir dalam skala besar maka material pasir cenderung semakin kuat bergerak ketengah lautan yang terbawa arus.
di samping permasalahah hal di atas, ekosistem pepohonan yang ada di kec. muara gembong terutama ke tiga pantai yang di sebutkan di atas, ialah pohon mangrove, untuk hewan sendiri adanya lutung jawa, tepatnya di muara bendara. abrasi di muara gembong juga di pantai-pantai lainnya sebenarnya bisa di minimalisir asalkan ada pergerakan dari semua pihak , kadang-kadang yang menjadi kendala ialah miss kesepakatan atau tidak adanya koordinasi dari pihak yang punya otoritas atau kewenangan terkait masalah kebijakan dalam pembangunan wilayah dengan warga setempat, karena warga sendiri ( pantai mekar ), tidak merasa ada umpan balik dari setiap kegiatan-kegiatan lingkungan dalam pemenuhan kesejahteraan warganya.

artikel ini di buat untuk memenuhi matakuliah PKLH, penulis artikel ini ialah sunardi, dengan NPM 41182170130021 berkuliah di jurusan di geografi, artikel ini di buat ketika saya duduk di semester 5. terima kasih, mari kita beri hastag #SAVEOUREARTH

sumber : id. wikipedia. org ( seputar abrasi ), Republika Online ( dengan artikel " Muara gembong terancam tenggelam akibat abrasi ), dan pengamatan penulis di lapangan ( HIMAGI hari bumi dalam tema penanaman seribu mangrove untuk muara gembong ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar